Investasi Melejit, Bupati Bangka Tengah Puji Kontribusi Nyata Hatchery Udang PT CPP bagi Ekonomi Daerah

Investasi · 30 Januari 2026

Investasi Melejit, Bupati Bangka Tengah Puji Kontribusi Nyata Hatchery Udang PT CPP bagi Ekonomi Daerah

Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan taringnya di kancah nasional. Dalam kunjungan kerja ke Hatchery PT Central Proteina Prima (CPP) di Lubuk Besar, Jumat (30/01/2026), Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyatakan kekagumannya atas pesatnya perkembangan investasi di wilayah tersebut.

LUBUK BESAR – Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan taringnya di kancah nasional. Dalam kunjungan kerja ke Hatchery PT Central Proteina Prima (CPP) di Lubuk Besar, Jumat (30/01/2026), Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyatakan kekagumannya atas pesatnya perkembangan investasi di wilayah tersebut. Didampingi Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala OPD, Algafry meninjau langsung fasilitas pembenihan udang vaname yang kini menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Bupati mengenang kembali momen peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut pada 27 Januari 2022. Sejak mulai beroperasi pada September 2022, PT CPP Lubuk Besar mencatat pertumbuhan produksi yang signifikan. Pada tahun 2024, produksi tercatat mencapai 317 juta ekor benur (benih udang). Angka tersebut meningkat tajam pada tahun 2025 menjadi 593 juta ekor benur. Sementara itu, kapasitas produksi bulanan saat ini mencapai 30–50 juta ekor benur untuk memenuhi kebutuhan Bangka Belitung hingga luar daerah. “Perkembangannya sangat luar biasa. Dari Bangka Tengah lahir benur berkualitas dengan predikat excellent dari KKP RI untuk mendukung tambak udang di berbagai daerah,” ujar Algafry. Investasi ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata. Bupati menyoroti penyerapan tenaga kerja lokal yang tidak hanya berasal dari Lubuk Besar dan Koba, tetapi juga dari Sungailiat hingga Belinyu, termasuk lulusan Universitas Bangka Belitung (UBB). Selain itu, PT CPP turut berperan aktif dalam memperkuat tambak rakyat melalui program CSR, seperti penyaluran bantuan benur bagi kelompok pembudidaya di Terentang dan Kurau. Hal ini sejalan dengan data tahun 2025 yang mencatat udang vaname menyumbang 75,63 persen atau 1.974,96 ton dari total produksi perikanan budidaya di Bangka Tengah. Dalam keterangannya, Bupati Bangka Tengah menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi yang sehat dan kondusif. Ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah, Ahmad Syarifullah Nizam, untuk mempermudah proses administrasi dan regulasi bagi investor yang serius membangun daerah. “Tadi saya minta Pak Sekda agar tidak mempersulit. Jika memang memungkinkan untuk ditingkatkan kerja samanya, why not? Tentu tetap dengan mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku,” tegasnya. Optimisme juga disampaikan pihak perusahaan. Head of Operation West Area PT CPP, Acep Muhammad Hidayat, mengungkapkan rencana peningkatan target anggaran dan produksi pada tahun 2026, melebihi capaian tahun 2025. Dengan teknologi modern dan penerapan biosecurity yang ketat, PT CPP optimistis dapat terus memimpin pasar benur berkualitas di Indonesia.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah Penulis: Onie R. Bana Editor: Kumala Sari Dewi Fotografer: Redoh Soniman

Sumber: Bidang Informasi dan Komunikasi Publik

Berita Terkait